Posted by : Afrizal Hidayatulloh Thursday, June 20, 2013


Ekhm, cek cek…. Ok kita akan mulai bercerita, tapi… mulainya dari mana ya ? #mikirkeras :D
Baiklah alkisah bermula dari grup whatsapp yang ramenya ga ketulungan sehari bisa ada jutaan ribu message yang masuk. Dari ribuaan message itu ada satu message nyempil dari kak Aip yang ngajak ke Lampung mengemban misi dari planet lain untuk berbagi keceriaan dengan anak-anak di pulau terpencil di Lampung yaitu Pulau Tegal.

Kak Aip bercerita bahwa Komunitas Blogger Hibah Sejuta Buku mengajak kita Semestarian yang terdiri dari Adam Sun Foundation, Perpustakaan Semesta, Rumah Buku Cilegon dan orang-orang lain yang mau-maunya tergabung ke Semestarian untuk memberikan buku ke Pulau Tegal, sebelumnya memang kita juga berkeinginan untuk mengepulkan buku dan memberikan buku-buku ke daerah-daerah terpencil maka saat ada yang mengajak seperti itu kita langsung berunding dan mendapat hasil setuju untuk ikut berangkat.

Direncankana bahwa kita akan berangkat pada 14 – 16 Juni, dipertengahan perencaan sempat terdengan kabar bahwa kita tidak jadi berangkat dikarenakan mba Anaz dari Komunitas Blogger Hibah Sejuta Buku ada acara pada tanggal 14 Juninya, tapi akhirnya kabar kembali terdengar bahwa keberangkatan jadi dilaksanakan, lalu diwaktu-waktu dekat keberangkatan sempat juga kabar keberangkatan yang rancu karna keadaan cuaca yang tak menentu lalu aku membuka pintu terdengarlah suara gemuru yang kukira hantu tapi ternyata ohh tulisan apa ini hahahaa maaf minum dulua ya :D

Pada hari H yaitu Kamis, 14 Juni 2013 kita semua dibuat bimbang oleh berita-berita yang bermunculan bahwa cuaca Selat Sunda sedang tidak baik-baik saja sehingga banyak kapal yang enggan berlayar, membaca kegundahan kakak-kakak digrup whatsapp akhirnya saya tancap gas dari rumah ke rumah teman disekitaran pelubahan Merak lalu menelpon paman dari teman saya yang bekerja di kapal laut untuk menanyakan kepastian apa yang sebenarnya terjadi saat ini. Setelah mendapat kepastian bahwa cuaca baik-baik saja dan memang sebenarnya dari tadi siangpun cuaca dalam keadaan baik-baik saja. Lalu saya kabarkan berita gembira ini kepada kawan melalui whatsapp, terakhir jadilah kita berangkat.

Kak Anaz, Kaka Ria, Kak Cipto dan Kak Rendy tiba di Terminal Merak pukul satu malam, lalu kita langsung naik kekapal tapi ditegur karna belum membeli tiket, eh eh engga engga kita udah punya tiket kok tadi cuma mendramatisir keadaan :D

Ok pada santai ya bacanya jangan emosi dulu karena ceritanya bertele-tele bentar lagi abis kok tapi jangan diabisin ya kasian yang lain yang belum kebagian >skip<

Di kapal kita memakan Martabak Mavia buatan kak Cipto, lalu kita tertidur dan tiba-tiba sudah sampai Pelabuhan Bakauheni pukul 6 pagi, kita menempuh perjalanan sekitar 3 jam. Lalu kita langsung menuju Terminal Bakauheni dan naik bus menuju Raja Basa setelah menempuh perjalanan 3 jam pula kemudian kita turunlah di Universitas Lampung, terdampar disana hingga akhirnya kita ditemukan oleh kak Pa’eng dalam keadaan lapar lalu dibawalah kita kerumah makan untuk berbincang dan mencari tau bagaimana keadaan di pulau Tegal dari ka Pa’eng juga untuk sekedar mencuci muka dan menggosok gigi selebihnya taulah ya dirumah makan itu ngapain :P

Dari rumah makan kita menghabiskan waktu 1 jam untuk sampai ke tempat kita akan menyebrang ke Pulau Tegal lalu menghabiskan waktu 15 menit untuk menyebrang dan sampailah kita di Pualu Tegal. Diperjalan saat menyebrang rasanya pingin nyempul ke laut karena liat airnya yang jernih sampe terumbu karang di dasar laut terlihat jelas dan karena memang belum mandi juga :D

Dari kejauhan saat mendekati Pulau Tegal, terlihat anak-anak disana yang berlari ketempat dimana perahu kita akan menepi, mereka melambaikan tangan seperti dalam acara uji nyali yang sudah tidak kuat menahan goadaan. Akhirnya kita menepi terlihat raut wajah yang sangat ceria dari setiap anak-anak itu, mereka semua senang dengan kedatangan kita dan mereka selalu menunggu kedatangan setiap orang yang kesana untuk memberi mereka sebuah pengetahuan, ya mereka kurang asupan pengetahuan disana tidak ada sekolah maka wajar mereka sangat menantikan pengetahuan baru dari kita yang datang dan sudah merasakan bersekolah. Maka saat kamu, kamu dan kamu jika sudah merasakan bersekolah cobalah kunjungi anak-anak seperti mereka yang ingin merasakan sekolah, beri mereka pengatahuan apa yang kalian tahu berbagilah dengan mereka. Memang disana ada kak Pa’eng yang mau mengajar di sana, tapi beliauanpun tidak bisa setiap hari kesana karena beliau juga memiliki beberapa kasibukan lainya dan untuk menuju kesana jaraknya cukup jauh juga, nah buat yang mau kesana bisa cari dah kak Pa’eng (@maspaeng) pasti dibantu mencarikan jalan agar tidak tersesat sampai disana.

Disana kami semua melakukan apa yang biasa kami lakukan yaitu berbagi keceriaan lewat permainan-permainan, nyanyi bersama, menonton film kartun lalu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan film kartun tersebut, dan mendongeng serta membuat papet dan menpertunjukan papet yang sudah mereka buat. Kita juga mengadakan Dream Trigger dimana anak-anak dimotivasi untuk bisa mewujudkan mimpinya bahkan menjadikan mimpinya sangat besar. Ada satu yang kurang yaitu berbagi pengetahuan tentang astronomi dan benda-benda langin, sebenarnya semua keperluan sudah kita siapkan tapi sayang cuaca malam itu sedang tidak bersahabat sehingga terpaksa acara Galileo Jr batal diadakan.
Pukul 12 siang akhirnya kita semua pulang, berpisah untuk bertemu dikemudain hari berbagi keceriaan dengan anak-anak didaerah lainya.

Taram selesai.

Terimakasih untuk semuanya yang terlibat
Kak Anaz (Hibah Buku) >Cerita Kak Anaz<
Kak Ria/Ira/Ari (Hibah Buku) *coret yang tidak perlu >Cerita Kak Ria<
Kak Cipto (Hibah Buku)
Kak Rendy (hibah Buku)
Kak Lala (Hibah Buku)
Kak Aip (Alien Semestarian)
Kak Magda (Semestarian)
Kak Lisda (Semestarian)
Kak Arum (Semestarian)
Kak Ari (Semestarian)
Kak Pa’eng (Pengajar Disana)

Demikian tulisan ini saya tulis dengan sejujur-jujurnya dan dalam keadaan sariawan.

Foto-Foto [Keceriaan Pulau Tegal] :
Semua foto hasil jepretnya kak Cipto dan kak Lisda.

{ 4 comments... read them below or Comment }

  1. Ngekek baca tulisannya Ijal. Jadi kapan Ijal melarung kumis lagi di sana? :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. menunggu doraemon mengeluarkan kantong ajaibnya mba :D
      semoga banyak juga yang akan kesana setelah kita ya mba, supaya mereka tidak kekurangan pendidikan

      Delete
  2. Hei Kamoe Oerang Peonja cara ceritra menarik sekali. en kamoe oerang peonja kumis itu boleh dipelihara baek baek. Blijven schrijven, Afrizal.
    Tabek

    TTD
    Joeragan Jalan Raja Pos Van Anjer-Panareokan

    ReplyDelete

Link & Banner


Link :

Banner 1 :

Blog-KacaMata

Banner 2 :

Blog-KacaMata


banner
http://deodeye.blogspot.com
© blog-KacaMata || seluruh isi hak cipta KacaMata. Powered by Blogger.

- Copyright © Blog-KacaMata -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -