Posted by : Afrizal Hidayatulloh Thursday, June 20, 2013


Kakak-kakak yang keren dan anak-aak yang hebat
Kakak-kakak yang keren dan anak-anak yang hebat
Mari berbagi
Berbagi cinta
Berbagi buku untuk Indonesiaku
Menebar rindu

Sekilas reff lagu “Mari Berbagi” yang ditulis , digubah dan diaransement oleh Mas Hakim dan teman-teman Tamsya Band serta dipersemahkan khusus untuk komunitas Blogger Hibah Sejuta Buku  (BHSB)

Jumat malam lalu 2013, bersama dengan teman-teman dari beberapa komunitas, Semestarian, Rumah Buku Cilegon, Adam and sun juga Cilegon Creative kami berangkat ke Lampung. Tepatnya menuju pulau Tegal.

Berawal dari kompasianival november tahun lalu, saya bertemu dengan komunitas  teman-teman Canting Jogja. Mas Gugun, mengunjungi booth BHSB dan bercerita sedikit mengenai keinginannya untuk membuat perpustakaan kecil-kecilan di pulau Tegal. Beberapa hari kemudian, kami juga bertemu kembali dan membahas hal yang serupa. Pulau Tegal, anak-anak di sana, warga di sana juga masih dengan keinginannya tentang perpustakaan kecil-kecilan di sana.

Beberapa rencana dibuat, awalnya saya berpikir bisa menuju ke pulau Tegal bersama dengan teman-teman Canting. Rencana dibuat, keinginan pun disusun. Tapi keadaan mentukan lain, kami tak bisa berkunjung ke Pulau Tegal bersama dengan teman-teman Canting. Masing-masing dari kami tidak dapat mentukan waktu yang sesuai.
Di twitter, saya mengenali beberapa teman-teman komunitas yang berasal dari Serang dan Cilegon. Meski berada di satu kota, kami belum pernah bertatap muka. Meski belum pernah bertemu dengan mereka, ada beberapa  kesamaan dari kami. Dan kesamaan yang paling mecolok dari kami adalah, kami sama-sama gila. Yah, meski pada dasarnya mereka itu lebih gila dan gila banget dari saya.

Adalah Aip, orang yang awal mula saya kenal. Dengannya saya beberapa kali kerap bertegur sapa melalui twitter. Juga sesekali bertanya kabar melalui SMS. Suatu sore, saya mengiriminya SMS mengajaknya ke Lampung. Awalnya ia mengira ke Lampung untuk jalan-jalan, saat saya jelaskan untuk mengantar buku dengan semangat reformasi ia antusias sekali.
Sedang saya, masih dengan kegundahan sendiri.

Diskusi dengan Aip cs melalui sms dan telpon, mention twitter dengan Mas Paeng yang berada di Lampung menjadi alternatif penyelesaian masalah (meski tetep aja gundah) bahkan beberapa kali kerap mengucap batal :D

Gundah dengan keterbatasan info mengenai pulau Tegal. Berapa biaya yang harus dikeluarkan, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menuju ke sana. Juga kegundahan cuaca yang tak menentu. Semuanya bercampur menjadi satu yang menjadi sebuah kenekatan, HARUS BERANGKAT!!

Akhirnya, jumat 14 juni kami berangkat. Alhamdulilah, wilayah Ciputat, Jakarta juga Bogor terang hari itu. Pun dengan di Cilegon dan sekitarnya. Sampai di pelabuhan Merak jam dua pagi. Kami bersebelas dan dari semua yang hadir, orang-orang yang sudah saya kenali dan bertemu sebelumnya hanya tiga orang saja. Lain itu, saya baru bertemu malam.

Kapal menepi di Bakahueni menjelang jam enam pagi. Dari situ, kami menaiki bus menuju Bandar Lampung. Sebelumnya Mas Paeng sudah berpesan supaya kami turun di Unila. Memasuki jalan lintas Sumatera kegersangan cuaca terasa. Kalau di pulau Jawa hujan masih kerap turun berhari-hari, tapi tidak di jalan yang kami lalui. Sampai di Unila pukul sepuluh pagi. Kami menunggu kedatangan Mas Paeng yang akan membawa kami ke tepian pulau kemudian menyebrang ke pulau Tegal.

Mendekati jam 11 siang kami beranjak meninggalkan Unila, kemudian singgah di rumah makan. Menjelang pukul satu siang, baru kami kembali bergerak ke tepian pulau. Jarak tempuh dari tepian ke pulau tidak begitu jauh, hanya 15 menit menaiki perahu kecil. Dan akhirnya, alhamdulilah kami sampai di pulau Tegal.

Keindahan pulau terlihat, anak-anak kecil berlarian menyambut kami. Sesampainya di pulau kami menyingkirkan rasa teruja untuk menikmati keindahannya. Kami langsung berkumpul di sebuah ruangan, mengajak adik-adik berkumpul di sana.

Di pulau tersebut tak ada sekolah. Sebanyak 33 kepala keluarga mendiami pulau yang sudah menjadi pemilik orang. Ya,  mereka tidak bermukim di daerahnya sendiri, tapi mereka menumpang. Sekitar 20 anak berkumpul dengan kami. Aip dan teman-teman yang sudah menyusun rundown sejak seminggu sebelumnya mulai melaksanakan misinya. Mengajak mereka berkenalan, menonton film juga menjelang sore membuat boneka dari kaos kaki.

Esok paginya, setelah kami bermain-main sebentar menikmati keindahan pulau, kegiatan bermain bersama kembali dilanjutkan sampai menjelang siang. Sesi menonton film pendek bersama, sesi bercerita dari boneka kaos kaki yang dibuat sehari sebelumnya juga sesi berbagi mimpi. Mimpi untuk anak-anak di Pulau Tegal dengan segala keterbatasannya.

Dari serangkaian kegiatan, dari serangkaian acara yang diadakan saya lebih banyak menjadi pembaca keadaan. Melihat betapa semangatnya Kak Aip menjadi pembicara untuk anak-anak di sana. Menyaksikan teman-teman yang jadi mentor pendamping, Kak Arum, Kak Lisda, Kak Lala, Kak Chipto, Kak Arie, Kak Ria, Kak  Ijal juga kak Rendi yang terus semangat membantu anak-anak di sana. Kak Maghda, yang menjadi pendongeng, Mas Paeng yang selalu mendampingi anak-anak. Ah, semua membuat saya terharu.

Tak pernah terpikir kalau acaranya akan seramai itu. Tanpa mereka tim kreatif Aip dan kawan-kawan, tentunya tak akan menjadi semeriah itu. Terimakasih untuk semuanya…
Mereka bermain dengan riang gembira
Mereka bermain dengan riang gembira
membuat boneka dari kaos kaki
membuat boneka dari kaos kaki
Mereka sedang bercerita dengan kaos kakinya
Mereka sedang bercerita dengan kaos kakinya
Memejamkan mata, mencoba bermimpi
Memejamkan mata, mencoba bermimpi
Kelak, kami akan merindukan ini semuanya
Kelak, kami akan merindukan ini semuanya
Kak Aip sedang membagi semangat bermimpi
Kak Aip sedang membagi semangat bermimpi
Koleksi foto semuanya milik Chipto. Makasih jepretannya dan akan bersambung ceritanya…







Penulisa      : Kak Anazkia
Link tulisan : http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/06/19/berbagi-buku-berbagi-rindu-570187.html

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Link & Banner


Link :

Banner 1 :

Blog-KacaMata

Banner 2 :

Blog-KacaMata


banner
http://deodeye.blogspot.com
© blog-KacaMata || seluruh isi hak cipta KacaMata. Powered by Blogger.

- Copyright © Blog-KacaMata -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -