Posted by : Afrizal Hidayatulloh Tuesday, November 29, 2011

Agsha sudah sangat merasa bosan dengan pekerjaanya, dia ingin keluar dari kantornya dan mencari pekerjaan lain. Sudah lebih dari 6 tahun dia menjadi OB di kantor, kerjanya hanya di suruh ini dan itu, kesana dan kesini. Sudah sempat dia mengajukan lamaran ke perusahaan-perusahaan lain untuk mendapat pekerjaan yang lebih layak, namun saat mendapat panggilan untuk interview selalu saja ada hal-hal yang menghambat untuk dia pergi mengikuti interview seperti teman satu pekerjaanya tidak bisa masuk kerja karena sakit sehingga dia harus masuk kerja karena OB di kantor itu hanya ada dua orang, pernah juga karena dia harus mengantar salah satu atasanya ke luar kota karena dia juga terkadang merangkap menjadi supir kantornya, atau hal-hal lain yang memaksanya untuk tidak bisa mengikuti panggilan interview. Sudah cukup lama dia berharap berhenti manjadi OB dan mendapat pekerjaan yang layak.

***

Suatu malam Agsha mendapat telfon dari salah satu Hotel di Jakarta, Hotel itu memerlukan seorang Room Division dan memutuskan menujuk Agsha untuk mengisi posisi itu karna memang Agsha pernah mengajukan lamaran di Hotel itu. Agsha memang memiliki keahlian di Perhotelan karena sewaktu SMK dia mengambil jurusan Perhotelan dan menjadi lulusan terbaik di sekolahnya. Agsha sangat senang menerima kabar di telfon tersubut, dia sudah menginginkan perkejaan itu sejak lama di tambah lagi dia sudah tidak betah bekerja menjadi OB sehingga membuat dia bersikeras mengambil pekerjaan itu dan akan keluar dari pekerjaan lamanya.

Pagi hari dengan penuh semangat dan keyakinan dia menuju kantor tempat dia bekerja untuk menyatakan mengundurkan diri dengan alasan mendapat pekerjaan lain yang lebih layak untuk kehidupan keluarganya. Kini dia telah resmi berhenti menjadi OB dan keluar dari kantornya, dia sudah siap menyongsong pekerjaan baru yang sudah lama di inginka.

Agsha bergegas pulang kerumah dan menyampaikan hal gembira ini kepada ibunya, dia memang hanya tinggal dengan ibu dan adiknya. sesampainya di rumah dia segera mancari dan menghampiri ibunya yang ternyata sedang mencuci di belakang rumah, dengan wajah yang berseri-seri dia berkata pada ibunya

"Ibu aku sudah mendpat pekerjaan baru dan aku sudah mengundurkan diri dari kantorku"

dengan hati yang gembira dan sedikit rasa kaget ibunya tersenyum dan berkata "Syukurlah sa, mendapat pekerjaan baru dimana kamu ? "

"Aku mendapat pekerjaan sebagai Room Division di Hotel Permai Jakarta bu, tadi malam aku mendapat telfon dari Hotel itu dan aku harus berada di sana besok siang. Aku sudah bisa langsung mulai bekerja di sana besok malam, dan itu artinya malam ini aku akan barngkat bu"

Ibunya tersentak mendengar pernyataan Agsha dan menghantikan ayunan tanganya pada cucian, dengan wajah yang terlihat sedih seakan tidak rela anaknya pergi berkata "Dan berati kau akan pergi keluar kota dan meninggalkan ibu serta adikmu di sini ? Jakarta itu jauh sa, disana kau tak punya kerabat ataupun saudara artinya kau harus menyewa rumah serta membeli makan setiap harinya. biaya yang akan kamu keluarkan akan lebih besar nak apalagi di kota besar seperti Jakarta. Coba untuk di pikirkan lagi sa"

Agsha pun terdian tak sanggup melihat mimik raut wajah ibunya "Tapi aku sudah menyatakan keluar dari kantor ku bu, aku sudah tidak punya pekerjaan lagi di sini"

"Kalau memang tekadmu sudah bulat ibu tidak bisa melarangmu ini sudah menjadi keputusanmu, pergilah. Tapi coba pikirkan lagi, apa tidak lebih baik bekerja di sini saja" dengan wajah yang terlihat pasrah dia melanjutkan pekerjaan mencucinya

Melihat ibunya yang terlihat sedih, tekad Agsha yang sudah bulatpun menjadi pudar. Agsha masuk ke dalam kamarnya dan mulai berfikir apa yang harus di lakunya saat ini, dia tidak sanggup untuk pergi ke Jakarta saat melihat respon ibunya yang seperti tidak mengijinkan dirinya untuk pergi ke Jakarta.

***

Malam sudah tiba, namu Agsha tidak sama sekali terlihat bersiap-siap untuk pergi. Dia masih berdiam diri melamun di kamarnya memikirkan apa yang sebaiknya dia lakukan. Ini semua tidak sesuai dengan apa yang dia pikirkan saat mendapat telfon dati Hotel, saat dia bersemangat menyatakn mengundurkan diri dari kantor, saat dia membayangkan pekerjaan yang lebih layak dan saat dia membayangkan ibunya akan terkejut mendengar berita gembira darinya.

Ibunya masuk ke kamar Agsha "Apakah kamu tidak jadi pergi ? ibu tau kau sudah lama menginginkan pekerjaan itu dan sudah lama pula kamu ingin keluar dari kantor tempat mu bekerja sekarang. Tapi ibu rasa akan lebih baik bila kau bekerja di kota ini saja. Tapi tetap ibu tidak akan memaksa apapun keputusanmu"

Agsha menatap dalam mata ibunya, terlihat jelas di wajah ibunya seperti tidak merelakan anaknya pergi jauh "Aku tidak jadi pergi ke Jakarta bu, aku akan tetap di sini. Aku akan bilang ke kantorku besok bahwa akau tidak jadi keluar, lagi pula sudah 6 tahun aku bekerja di kantor itu pasti bosku akan meneri aku bekerja di sana lagi"

Ibunya sedikit tersenyum seperti bahagia "Kamu yakin ? "

Agsha merasa sedikit tenang melihat senyuman ibunya "Ya bu aku yakin, aku akan tetap di sini bersama ibu" 

Ibunya menarik nafas panjang lalu beranjak dari kamar Agsha.

***

Fajar, Agsha terbangun dan bergegas mengambil air wudhu, dia melaksanakan Shalat Subuh dan Berdo'a agar dia bisa di terima kembali di kantorny, pagi hari dengan sedikit ragu-ragu dia menyakinkan diri dan berangkat ke kantornya. Setibanya di depan gerbang pintu masuk dia menarik nafas panjang dan meyakinkan diri bahwa dia pasti akan di terima kembali bekerja di kantor itu. Dia masuk ke kantor dan menghadap ke ruangan bosnya, dia menjelaskan maksud kedatangnya kembali ke kantor itu. Namun sayang kebijakan kantor membuat dia tidak dapat kembali bekerja di situ, kantor sudah mendapatkan pengganti Agsha dan sudah tidak ada tempat lagi untuknya. Bosnya menolak Agsha untuk kembali bekerja.

Dengan wajah yang sangat kecewa dia keluar dari ruangan bosnya dan meninggalkan kantor itu. Agsha merasa sangat bingung, kesal, kecewa dan sedih. Dia menagis sepanjang jalan dan berfikir apa yang harus di katakan kepada ibunya nanti di rumah.

~~~

Tasikmalaya, 29 November 2011

Ijal_Friezt

*Kisah yang saya ceritakan ini fiksi. cerita ini terinspirasi dari kisah nyata seseorang yang tidak bisa saya sebutkan namanya, beliau bercerita sendiri tentang pengalaman hidupnya kepada saya. Saya rasa kisah ini memberi pelajaran kepada saya untuk terlebih dahulu berdiskusi dengan keluarga untuk mengambil suatu keputusan, agar nantinya tidak ada yang merasa di bersedih atau di rugikan.
Semoga Kisah ini juga memberi sedikit pelajaran untuk teman-teman pembaca lainya
:):)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Link & Banner


Link :

Banner 1 :

Blog-KacaMata

Banner 2 :

Blog-KacaMata


banner
http://deodeye.blogspot.com
© blog-KacaMata || seluruh isi hak cipta KacaMata. Powered by Blogger.

- Copyright © Blog-KacaMata -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -